Demi sebuah Ponsel pintar iPhone membuat pasangan ini tega menjual buah hatinya,dan hasil penjualan bayi akan di gunakan untuk membeli iPhone dan juga barang-barang mewah lainnya,sepasang suami istri bernama Zhang dan Teng merupakan sebuah keluarga yang telah memiliki tiga anak dan anak ke tiga yang baru di lahirkan ini si orang tua malah tega menjualnya.
Sepertinya memang sudah ada rencana sejak jauh-jauh hari pasangan ini hendak menjual anaknya,di lihat dari proses kehamilan sang istri anak ketiga ini sengaja disembunyikan.Bahkan,pasangan ini sengaja memilih untuk melahirkan anak ketiga di rumah ketimbang di rumah sakit.
Menurut hasil keterangan dari pihak polisi Shanghai,ketika masih mengandung bayi,kedua orangtuanya telah membuat iklan di koran yang isinya mereka akan menjual bayi yang akan dilahirkan seharga 50ribu yuan,atau setara dengan Rp92 juta.
Tak lama ada peminat untuk membeli bayi tersebut,dan kemudain transaksi itu terjadi.Namun,polisi tidak menyebut di mana dan kepada siapa mereka menjual bayi mungil itu.
Polisi menyebut mereka menerima dana tersebut dengan cara ditransfer ke akun rekening bank.Melihat jumlah dana di rekening mereka sudah terisi,pasangan yang sama-sama pengangguran itu kemudian keluar untuk berbelanja.
Hal itu semakin diperkuat dengan keterangan rekaman data dari bank bahwa mereka memanfaatkan hasil penjualan bayinya sendiri untuk memenuhi kebutuhan pribadi.Data itu terungkap dari kartu kredit yang digunakan untuk berbelanja melalui dunia maya.
Di antara sekian banyak benda yang mereka beli,terdapat iPhone yang berada dalam daftar belanjaan.
Namun,pasangan itu menolak disebut telah menjual darah dagingnya sendiri.Mereka berdalih,yang mereka lakukan semata-mata untuk kebaikan putrinya.Kami tidak menjual bayi itu demi uang,tetapi untuk memberikan keamanan
Mereka berharap,setelah tak lagi bersama,bayi mungil itu bisa diasuh oleh keluarga lain yang memiliki kemapanan finansial dan dapat memberikan pendidikan yang lebih baik.
Namun,pembelaan mereka tidak dapat menipu Jaksa Penuntut.Polisi Shanghai kemudian menuduh mereka melakukan perdagangan manusia.
Kasus ini menyita perhatian luas publik di China.Mereka berkomentar dan melontarkan makian melalui dunia maya.
Bahkan, beberapa ada yang menjadikannya lelucon untuk menggambarkan kehidupan masyarakat modern China dan ambisi mereka yang mengejar kemakmuran.
Sementara itu,pengguna dunia maya lainnya menulis hal nyeleneh bahwa penjualan anak merupakan bisnis yang baik.
Tidak butuh modal besar,keuntungan yang diperoleh berlipat-lipat dan tidak perlu menjual ginjal,tulis pengguna dunia maya lainnya.
Kasus penjualan ginjal yang dimaksud pengguna maya terjadi tahun lalu.Seorang remaja pria bersedia menjual ginjalnya untuk membeli iPhone dan iPad.
Pria yang hanya diketahui bernama Wang itu menjual ginjalnya seharga 22 ribu yuan atau Rp41 juta.


0 blogger-facebook:
Post a Comment