KONDOM TERTIPIS DI DUNIA,LEBIH TIPIS DARI RAMBUT MANUSIA
Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang direkomendasikan oleh para pakar kesehatan reproduksi untuk mencegah kehamilan atau untuk mencegah penularan Penyakit Menular Seksual (PMS).
Sayangnya tidak semua orang ingin menggunakan kondom, alasannya karena akan mengurangi kenikmatan dalam berhubungan intim. Apalagi di Indonesia yang memiliki kultur berbeda yang menghubungkan penggunaan kondom sebagai seks yang tidak bersih. Permasalahan utama dari kondom adalah dengan ketebalannya.
Kondom yang terlalu tebal tentu tidak disukai oleh banyak pasangan. Begitu pula sebaliknya, kondom yang tipis akan memiliki banyak penggemar. Sayangnya kondom yang tipis juga berisiko bocor atau robek saat digunakan. Tentu saja tidak ada orang yang ingin menggunakan kondom yang rentan bocor meskipun tipis.
Dan permasalahan inilah yang dicoba dijawab oleh sebuah perusahaan farmasi di Tiongkok. Perusahaan ini berhasil menciptakan sebuah kondom lateks paling tipis di seluruh dunia.
Kondom Tiongkok tersebut diberi nama AONI dan menjadi kondom paling tipis di dunia saat ini, mengalahkan rekor kondom tertipis sebelumnya yang dipegang oleh sebuah perusahaan Jepang dengan merk kondom Okamoto. Dan atas sukses tersebut, kondom AONI mendapat pengakuan dari Guinnes World Records sebagai kondom paling tipis di dunia pada tahun 2014.
Kondom AONI merupakan produksi dari perusahaan yang bernama Guangzhou Daming United Rubber Products yang merupakan salah satu produsen kondom terbesar di Tiongkok dengan jumlah produksi sebanyak 200 juta kondom setiap tahun.
Sebagian besar kondom tersebut dipasarkan di Tiongkok. Kondom tertipis di dunia pecahkan rekor Guinnes World Records Kondom AONI berukuran 0,036 mm, dua milimeter lebih tipis dari pemegang rekor sebelumnya yaitu kondom Okamoto buatan Jepang yang hanya 0,038 mm. Sebagai perbandingan rata-rata rambut manusia memiliki ketebalan 0,06 mm, ketebalan ini sama dengan ukuran Kondom Trojan Ultra Thin yang diproduksi di daerah Amerika Utara.
“Pembuatannya cukup sulit,” ujar Victor Chan, direktur operasional Guangzhou Daming United Rubber Products. “Dibutuhkan banyak waktu dan percobaan untuk mendapatkan komposisi yang tepat untuk menciptakan kondom tertipis ini,” terang Victor.
Selain menciptakan kondom paling tipis di dunia, perusahaan ini juga berencana meluncurkan kondom bergetar untuk melengkapi tujuh koleksi model kondom mereka.
Kondom AONI telah mendapat persetujuan dari Departemen Kesehatan Kanada tapi belum dipasarkan di sana. Sebanyak 200 juta produksinya setiap tahun sebagian besar habis di dararan China sendiri.
Ukuran yang sangat tipis memang sangat rentan membuat kondom bocor saat berhubungan apalagi jika digunakan secara tidak benar. Memilih dan menggunakan kondom perlu disesuikan juga dengan ukuran Mr P, agar tidak terlalu longgar atau terlalu sempit.


0 blogger-facebook:
Post a Comment